Setiap
orang tua berupaya meningkatkan kecerdasan pada anaknya, namun jarang
yang menyadari bahwa kecerdasan sebenarnya mulai dibentuk sejak dini.
Perumbuhan otak yang sangat pesat justru terjadi pada awal kehidupan.
Itulah sebabnya mengapa orang tua harus memperhatikan hal-hal yang dapat
menunjang kecerdasannya seperti kecukupan akan gizi pada makanan yang
dibutuhkan. Disamping memberikan gizi yang cukup, stimulasi otak juga
penting yaitu dengan mendengarkannya musik atau bernyanyi dan
mengajaknya bercakap-cakap. Otak merekam apa yang dapat dicatat dari
lingkungannya. Ia mendengar, bereaksi terhadap sentuhan, belajar
mengingat dan juga emosi sang ibu dapat mempengaruhinya. Dari sinilah
konsep pemahaman mulai diperkenalkan.
Setelah lahir, lingkungan
mengambil alih. Arus pemandangan, suara, bunyi, bau, sentuhan serta
yang paling penting bahasa dan kontak mata adalah faktor-faktor
pembentukan otak bayi. Berkaitan dengan hal tersebut melalui peran serta
orang tua sangatlah penting dalam mengoptimalkan potensi anak dengan
memperkenalkan pemahaman akan konsep dasar yaitu: warna, angka, ukuran,
bunyi, bentuk, posisi & arah, bau & rasa, tekstur, gerak, lawan
kata, dan waktu. Bayi akan menangkap ide dari konsep itu dan muncullah
strategi untuk berpikir dengan merespon secara verbal ataupun non
verbal. Orang tua harus menanggapi respon itu mulai dari pengenalan
pemahaman konsep dasar kemudian memperkuatnya ke pemahaman pengetahuan
dasar. Kemampuan kreatifitas berpikir dalam memahami dunia sekitar
secara nyata sangatlah penting apalagi ditunjang dengan program yang
komprehensif. Selain itu juga proses menganalisa menjadi terstruktur.
Meninjau kembali pengertian belajar sama dengan bermain pada anak usia
dini dan pengetahuan tidak ada batasnya maka konsep pemahaman
pengetahuan dasar kemudian dikembangkan kepemahaman secara spesifik.
Anak diperkenalkan bagaimana menggunakan encyclopedia sehingga tidak ada
pertanyaan yang tak terjawabkan. Membentuk hubungan yang erat dan
positif serta kebiasaan meng-gunakan referensi dari sejak dini, hasil
akhir yang didapatkan adalah riset kompetensi. Sebuah kalimat yang
memotivasi orang tua dan anak “Ibu dan Ayah tidak tahu jawabannya ,
tetapi akan menunjukkan bagaimana mencari jawabannya”. Hanya dengan
Family Learning program yang terkordinasi, saling berhubungan dan
terintegrasi orang tua akan lebih efektif menjalankan peranannya. (HDN)
